Temuan pengisian BBM malam hari di SPBU Rawak picu amarah warga. Masyarakat desak audit BPH Migas dan sanksi tegas terhadap dugaan mafia solar di Sekadau.Lensahukum.my.id, Sekadau, Kalbar – Praktik penyalahgunaan BBM subsidi kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam di Kabupaten Sekadau khususnya pada SPBU dengan nomor registrasi 64-795-02 Rawak.
SPBU Rawak yang diketahui milik Haji Rudi tersebut diduga kuat melakukan pendistribusian BBM di luar jam operasional resmi guna melayani mafia solar di Sekadau secara ilegal.
Masyarakat setempat melaporkan bahwa stok BBM di Kabupaten Sekadau seringkali habis dalam hitungan jam meskipun pengiriman dari Pertamina dilakukan secara rutin.
Berdasarkan laporan warga tim investigasi mendatangi lokasi pada Sabtu malam 20 Desember 2025 untuk membuktikan adanya aktivitas pengisian BBM malam hari yang mencurigakan.
Di lokasi SPBU Rawak tim menemukan setidaknya enam unit kendaraan termasuk bak terbuka dan minibus yang tengah memuat puluhan jerigen berkapasitas besar di tengah kegelapan.
Ironisnya saat melihat kedatangan awak media petugas SPBU langsung mematikan lampu area pengisian untuk menutupi praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.
Manajer SPBU berinisial AL saat dikonfirmasi memberikan pernyataan mengejutkan dan terkesan mengelak dari tanggung jawab terkait pengisian BBM malam hari di areanya.
“Bakar saja mobil itu bang memang kurang ajar sekali orang itu ndak tahu orang lagi susah minyak begini dia pakai jerigen bikin pening saja,” cetus AL saat dihubungi seperti dilansir dari beberapa sumber.
Ia juga menyebutkan salah satu kendaraan di lokasi adalah milik berinisial BB dan mengklaim telah memerintahkan pengawas untuk membubarkan aktivitas mafia solar di Sekadau tersebut.
Dona selaku pengawas di SPBU Rawak membenarkan adanya antrean kendaraan jerigen namun berdalih mereka hanya bersiap untuk mengantre Pertalite keesokan harinya.
Namun sumber internal mengungkapkan bahwa penggelapan Solar dan Pertalite sering dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan publik di Kabupaten Sekadau.
“Kerja mereka seperti zombie Solar juga biasa ditelap dalam kegelapan malam sebelum dijual ke pihak tertentu,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Halaman:


Tidak ada komentar