Melansir pemberitaan salah satu media online warga lainnya secara terbuka mengeluhkan ketidakadilan dalam distribusi ini karena masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan justru selalu berada di posisi yang dirugikan.
Ketimpangan distribusi ini menciptakan keresahan sosial karena BBM Satu Harga yang seharusnya menjadi hak rakyat kecil justru dinikmati oleh kelompok bermodal besar dengan kedok kebutuhan warga.
Hingga saat ini, ketersediaan BBM di SPBU Kompak Merakai masih menjadi teka-teki bagi warga setempat karena jadwal kedatangan dan skema penyaluran yang dinilai sangat tertutup.
Hingga berita ini diterbitkan konfirmasi awak media kepada pengelola SPBU 3 T ini belum mendapatkan jawaban.
Masyarakat menaruh harapan besar agar pihak Pertamina dan instansi pengawas terkait segera turun tangan melakukan audit lapangan yang ketat terhadap manajemen SPBU tersebut.
Tanpa adanya tindakan tegas terhadap distributor yang nakal, program subsidi energi dari pemerintah akan terus melenceng dari sasaran dan hanya memperkaya pihak-pihak tertentu di atas penderitaan rakyat pelosok.***
Tidak ada komentar