Ferry Irwandi bongkar penyebab hancurnya infrastruktur saat banjir Sumatera. Soroti bahaya driftwood dan sarankan adaptasi teknologi sabo dam Jepang serta metode Swiss.
BNPB disarankan menjadi komando dalam pembuatan standar teknis pembersihan titik krusial seperti jembatan tikungan sungai dan pertemuan anak sungai.
Pembersihan bottleneck sungai ini harus diselesaikan terlebih dahulu guna menciptakan aliran yang stabil dan meminimalisir risiko jebolan banjir susulan di masa depan.
Upaya adaptasi metode dari Swiss ini diharapkan mampu meredam daya rusak banjir bandang yang kerap berulang di wilayah Sumatera setiap tahunnya.
Pemanfaatan potensi ekonomi dari pengolahan kayu pascabencana juga diusulkan melibatkan BUMDes atau UMKM untuk menciptakan kemandirian ekonomi warga terdampak.
Kini publik menanti langkah nyata pemerintah daerah dalam mengimplementasikan strategi penanganan logjam sungai guna melindungi infrastruktur vital di Pulau Sumatera.***


Tidak ada komentar